Pernahkah kamu merasa sebuah film animasi lebih dari sekadar tontonan seru? Kadang tanpa kita sadari, film menyampaikan banyak pesan tentang bagaimana manusia diperlakukan, bagaimana budaya digambarkan, bahkan bagaimana nilai moral dibentuk lewat cerita dan karakter.
Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas etika dalam film dan animasi, dengan fokus pada tiga hal penting:
- Representasi karakter – bagaimana tokoh digambarkan melalui visual dan cerita.
- Stereotip – pandangan umum atau pelabelan berlebihan terhadap kelompok tertentu.
- Pesan moral – nilai dan pelajaran yang ingin disampaikan pembuat film kepada penonton.
Film dan animasi bukan hanya hiburan, tetapi juga media komunikasi yang sangat kuat dalam membentuk cara pandang masyarakat. Melalui karakter dan cerita, film dapat memperkenalkan nilai, budaya, bahkan pandangan etis tertentu kepada penontonnya.
Zootopia (2016) – Isu Stereotip dan Bias
Film Zootopia menggambarkan dunia hewan yang hidup layaknya manusia penuh keragaman, namun juga dipenuhi prasangka. Disney menggunakan cerita ini untuk mengajak penonton memahami isu stereotip dan bias sosial.
Tokoh Judy Hopps, seekor kelinci yang ingin menjadi polisi, berjuang melawan pandangan bahwa kelinci lemah dan tidak cocok untuk pekerjaan berbahaya. Sementara Nick Wilde, seekor rubah, sering dicurigai karena stereotip “rubah itu licik.”
Melalui hubungan mereka, film ini mengajarkan pentingnya melawan prasangka dan melihat individu dari tindakannya, bukan dari label sosialnya.
Tugas Analisis:
- Apa bentuk stereotip yang terlihat dalam film ini?
- Bagaimana karakter Judy dan Nick menunjukkan perjuangan melawan prasangka?
- Menurutmu, pesan moral apa yang ingin disampaikan film ini tentang perbedaan?
Encanto (2021) – Representasi Keluarga dan Budaya
Encanto menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Latin, khususnya Kolombia. Film ini memperlihatkan betapa kuatnya nilai keluarga, tradisi, dan musik dalam kehidupan masyarakat Latin.
Setiap anggota keluarga Madrigal memiliki “karunia” atau kemampuan khusus kecuali Mirabel, yang merasa tidak istimewa. Namun, justru Mirabel yang akhirnya menyatukan keluarganya kembali.
Film ini menunjukkan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh kekuatan atau pencapaian, melainkan oleh perannya dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Tugas Analisis:
- Apa nilai budaya atau tradisi yang terlihat dalam keluarga Madrigal?
- Mengapa Mirabel merasa berbeda dari anggota keluarganya yang lain?
- Pesan apa yang bisa kamu ambil tentang arti keluarga dari film ini?
Nussa (2019) – Pesan Moral Lokal
Nussa adalah animasi buatan Indonesia yang menghadirkan nilai-nilai lokal dan moral islami. Film ini menjadi alternatif tontonan anak-anak di tengah dominasi animasi Barat, dengan menonjolkan sikap santun, religius, dan kehidupan keluarga yang hangat.
Tokoh Nussa digambarkan sebagai anak yang cerdas, rajin beribadah, dan penuh kasih terhadap keluarganya. Melalui cerita sehari-hari, film ini menanamkan pesan bahwa kebaikan bisa dimulai dari hal kecil di rumah dan di lingkungan sekitar.
Tugas Analisis:
- Nilai moral apa yang paling sering ditampilkan dalam cerita?
- Bagaimana tokoh utama memberi contoh perilaku baik di kehidupan sehari-hari?
- Menurutmu, apa hal penting yang bisa dipelajari anak-anak dari animasi ini?
Frozen (2013–2019) – Perubahan Representasi Gender
Melalui Frozen, Disney berusaha meninggalkan pola lama “putri diselamatkan pangeran.” Film ini menampilkan dua tokoh perempuan, Elsa dan Anna, yang kuat, mandiri, dan memiliki perjalanan emosional yang dalam.
Elsa memiliki kekuatan es yang melambangkan identitas dan penerimaan diri, sementara Anna menunjukkan keberanian dan kasih sayang tanpa pamrih. Cinta sejati dalam Frozen bukanlah cinta romantis, melainkan cinta antara saudara perempuan pesan baru yang lebih modern dan inklusif.
Tugas Analisis:
- Bagaimana Elsa dan Anna digambarkan sebagai tokoh perempuan yang kuat?
- Apa arti kekuatan Elsa dalam hubungannya dengan jati diri?
- Pesan apa yang kamu tangkap tentang cinta dan penerimaan diri dari film ini?
Melalui film ini, kita belajar bahwa etika dalam film dan animasi tidak hanya tentang “baik dan buruk,” tetapi juga tentang cara menggambarkan manusia, budaya, dan nilai moral dengan adil dan bertanggung jawab.
Sebagai calon desainer komunikasi visual, penting bagi kamu untuk memahami bagaimana visual, karakter, dan cerita dapat membentuk persepsi masyarakat dan bagaimana kamu bisa menggunakan media ini untuk menyampaikan pesan yang etis dan bermakna.


