Mahasiswa Desain Komunikasi Visual seringkali berhadapan dengan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna sosial dan budaya. Film menjadi salah satu medium paling kompleks dalam menyampaikan pesan melalui bahasa visual, naratif, dan emosional.
Melalui tugas Ujian Tengah Semester (UTS) ini, mahasiswa akan menganalisis satu film pilihan dari daftar di bawah, dengan meninjau tiga aspek utama:
- Etika: pesan moral dan tanggung jawab sosial karya.
- Estetika: gaya visual, sinematografi, desain artistik, dan elemen visual.
- Komunikasi: keefektifan penyampaian pesan dan hubungan dengan audiens.
Berikut enam film pilihan beserta pengantar pengetahuan awal agar mahasiswa memahami konteks sebelum melakukan analisis.
1. Everything Everywhere All at Once (2022)
Sutradara: Daniel Kwan & Daniel Scheinert
Film ini dikenal karena kekacauan visualnya yang justru menjadi cara untuk menggambarkan kompleksitas hidup manusia modern. Ceritanya mengikuti Evelyn, seorang perempuan Tionghoa-Amerika yang terjebak dalam rutinitas hidup dan kemudian terseret ke dalam multiverse yang tak terbatas. Dari sisi visual, film ini menampilkan montase cepat, perpaduan genre, dan permainan warna yang ekstrem menciptakan pengalaman visual yang intens.
2. The Grand Budapest Hotel (2014)
Sutradara: Wes Anderson
Film ini adalah contoh sempurna bagaimana seorang sutradara memiliki gaya visual khas. Wes Anderson dikenal dengan komposisi simetris, warna pastel, dan dunia yang tampak seperti diorama hidup. Ceritanya tentang seorang penjaga hotel legendaris dan asistennya yang terlibat dalam misteri di era perang.
3. Parasite (2019)
Sutradara: Bong Joon-ho
“Parasite” adalah film Korea Selatan pemenang Oscar yang berhasil menggabungkan drama sosial dengan sinema visual yang kuat. Ceritanya menggambarkan dua keluarga dari kelas sosial berbeda satu kaya, satu miskin yang saling terkait dalam kisah penuh ironi.
4. Soul (2020) – Pixar
Sutradara: Pete Docter
“Soul” adalah film animasi yang memadukan realitas sehari-hari dengan dunia spiritual. Kisahnya tentang Joe Gardner, seorang musisi jazz yang berjuang menemukan makna hidup setelah mengalami pengalaman nyaris mati.
5. Joker (2019)
Sutradara: Todd Phillips
Film ini menampilkan transformasi Arthur Fleck menjadi sosok Joker — ikon kekacauan dalam budaya populer. Berbeda dengan film superhero umumnya, “Joker” menggunakan pendekatan realis dan suram untuk membahas isu kesehatan mental dan ketimpangan sosial.
6. Laskar Pelangi (2008)
Sutradara: Riri Riza
Film adaptasi dari novel Andrea Hirata ini menggambarkan perjuangan anak-anak Belitung dalam meraih pendidikan di tengah keterbatasan. Selain kisahnya yang menyentuh, film ini menonjol karena penggunaan warna alam dan lanskap Indonesia yang menegaskan keindahan sekaligus realitas sosial.
Mahasiswa diharapkan mampu membaca film bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai teks visual yang penuh makna etis, estetis, dan komunikatif.


